Iklan

Akankah Pemerintah Melarang Untuk Mudik Lebaran 2020 ?

Thursday, April 16, 2020, April 16, 2020 WIB Last Updated 2020-06-18T06:30:06Z

Jakarta, GO1news - Pemerintah membuka kemungkinan mudik Lebaran 2020 dilarang. Hal ini terjadi di tengah tarik ulur soal kebijakan ini di tingkat pemerintah.

"Sampai sekarang masih dinamis soal mudik. Nanti sore rapat kembali. Ada kemungkinan bisa juga larangan mudik dilakukan. Apalagi hari libur nasional sudah diakomodir ke akhir tahun 2020," ujar Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi dalam konferensi pers virtual, Jumat (17/4/20).

Menurutnya, kebijakan pelarangan mudik perlu memperhatikan sejumlah indikator. Salah satunya mengenai jumlah warga yang terpapar virus corona (Covid-19). Namun, Budi Setiyadi mengaku tidak memiliki kapasitas untuk berbicara mengenai hal itu.

"Kalau berapa yang terpapar itu di luar kompetensi saya. Saya bicara model transportasinya," tambahnya.

Ia menegaskan, akan menyiapkan skema pengaturan transportasi darat jika ada larangan mudik. Skema itu meliputi semua moda transportasi.

"Kalau mudik dilarang itu sedang ditunggu. Pak Luhut minta kepada dirjen kalau sampai ada mudik dilarang, skema kita seperti apa. Masing-masing memaparkan semua moda, termasuk kendaraan pribadi," urainya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Ad Interim Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan tidak tertutup kemungkinan pemerintah melarang mudik secara total. Semua bergantung kepada perkembangan Covid-19 di Tanah Air.

"Jadi bukan tidak mungkin, mungkin Minggu depan atau kapan, pemerintah katakan tidak ada mudik. Mungkin saja. Tergantung penilaian kita dari keadaan ini. Kalau ternyata peningkatannya makin banyak atau belum turun kelihatannya atau turunnya juga belum signifikan ya bisa saja kita bilang oke tutup saja. Jangan ada dulu," ujar Luhut dalam media briefing, Jakarta, Selasa (14/4/2020).

Menurut dia, pemerintah tidak menginginkan penyebaran virus corona semakin meluas. Apalagi DKI Jakarta sudah menjadi episentrum dari Covid-19.


"Itu nggak mau nanti pindah ke Jawa atau bagaimana," kata Luhut yang juga menjabat sebagai menteri koordinator bidang kemaritiman dan toinvestasi itu. CNBC


Komentar

Tampilkan

Terkini

SELEBRITI

+