Iklan

Apakah Puasa Bisa Menurunkan Berat Badan?

Saturday, April 25, 2020, April 25, 2020 WIB Last Updated 2020-06-18T06:28:27Z

GO1NEWS.COM | Puasa dilakukan dengan cara tidak makan dan minum pada waktu tertentu. Sehingga menimbulkan pemikiran, apakah puasa bisa menurunkan berat badan?


Kinerja tubuh saat puasa


Melansir Science Focus, makanan menyediakan bahan bakar berupa glukosa bagi sel-sel tubuh manusia.

Tubuh manusia melepaskan sejumlah glukosa ke dalam darah dan menyimpan sisanya seabgai glikogen yang dilepas sesuai kebutuhan.

Setelah sekitar 12 jam tanpa makanan, persediaan tersebut akan habis, dan tubuh akan membakar cadangan lemak.

Membakar lemak daripada glukosa menghasilkan zat yang disebut keton. Kadar tinggi keton dapat menekan rasa lapar.

Ini menjelaskan mengapa orang puasa kurang merasa lapar setelah beberapa hari puasa.

Puasa vs Berat Badan


Apakah puasa merupakan cara efektif menurunkan berat badan? Puasa memaksa tubuh untuk mulai membakar lemak.

Jadi pada tingkat dasar, membatasi asupan makanan dengan tidak makan dan minum pada waktu tertentu, bisa menjadi teknik penurunan berat badan yang efektif.

Para ilmuwan berbeda pendapat mengenai pendekatan mana yang memberi manfaat paling sehat bagi para pelaku diet.

Misal, puasa intermiten menyarankan dua hari berturut-turut, rendah karbohidrat, 500-800 kalori untuk menurunkan berat badan dengan aman.

Tetapi perlu periode puasa agak lama untuk membuat tubuh menjadi ketosis, keadaan di mana selera makan mulai berkurang. Tetapi para ahli tidak merekomendasikan ini tanpa dukungan medis.

Mengutip Nutrition, beberapa penelitian menemukan, orang yang kelebihan berat badan atau obesitas bisa menurunkan berat badan dan lemak tubuh selama puasa Ramadan. Meski mereka cenderung tambah berat badan setelahnya.

Manfaat puasa bagi kesehatan


Sejumlah penelitian menunjukkan puasa Ramdhan mungkin memiliki manfaat menguntungkan jangka pendek pada sistem kekebalan tubuh.

Profesor Tim Spector di King's College London memperhatian, puasa memengaruhi bakteri usus manusia. Beberapa spesies bakteri yang ditemukan pada orang dengan kesehatan yang baik muncul di tingkat lebih tinggi setelah puasa.

Para peneliti melihat efek keadaan metabolis saat puasa pada tubuh. Peneliti ahli gizi di University of Manchester, Dr Michelle Harvie menemukan, dengan mengurangi kadar hormon tertentu, puasa dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara.

Berpuasa dinilai bermanfaat bagi pikiran. Ahli saraf, Dr Mark Mattson menunjukkan, melalui percobaan tes memori pada tikus. Tikus yang melakukan diet terbatas kalori mempunyai memori lebih tajam daripada yang tidak.

Pada 2016, percobaannya terhadap manusia menemukan bahwa puasa dapat membantu melindungi otak dari protein amiloid yang terbentuk pada penderita penyakit Alzheimer. (ss)
Komentar

Tampilkan

Terkini

SELEBRITI

+