Iklan

Benarkah Virus Corona Banyak Menyerang Orang Kaya?

Sunday, April 12, 2020, April 12, 2020 WIB Last Updated 2020-06-18T06:31:14Z

Jakarta, GO1news - Virus Corona telah menjangkiti lebih dari 1,6 juta orang di dunia.
Sebanyak hampir 10 ribu orang tewas karenanya. 

Sebuah data menunjukkan virus ini lebih banyak menjangkiti kelas menengah ke atas alias orang kaya.

Data tersebut didapat melalui Program Pangan Dunia (WFP). Data tersebut menyebutkan bahwa corona lebih banyak menginfeksi masyarakat kelas menengah atas ketimbang kelas menengah ke bawah.

WFP juga menghimpun data kasus corona global. Data tersebut dikelompokkan berdasarkan empat kelas masyarakat berdasarkan pendapatan. Yakni kelas atas, kelas menengah atas, kelas menengah bawah, dan kelas bawah.

Dari situs WFP, berikut ini data lengkap virus Corona berdasarkan kelompok kelas masyarakat per 9 April 2020 pukul 23:59, seperti dikutip detikcom, Sabtu (11/4/2020) :

Kelas Atas
Kasus positif Corona: 1.292.025
Meninggal dunia: 82.903

Kelas Menengah Atas
Kasus positif Corona: 269.284
Meninggal dunia: 11,211

Kelas Menengah Bawah
Kasus positif Corona: 30.672
Meninggal dunia: 1.230

Kelas bawah
Kasus positif Corona: 2.452
Meninggal dunia: 93

WFP menggunakan pembagian kelas berdasarkan tahun fiskal 2020 yang dipakai oleh Bank Dunia. Kelas berpenghasilan rendah didefinisikan sebagai mereka yang memiliki pendapatan nasional bruto (PNB) per kapita, dihitung dengan menggunakan metode Atlas Bank Dunia, sebesar $ 1.025 atau kurang pada 2018.

Sementara, kelompok ekonomi berpenghasilan menengah bawah adalah mereka yang memiliki PNB per kapita antara $ 1.026 dan $ 3.995. Lalu, kelompok ekonomi berpendapatan menengah atas adalah mereka yang memiliki PNB per kapita antara $ 3.996 dan $ 12.375.

Untuk kelompok ekonomi berpenghasilan tinggi adalah mereka yang memiliki PNB per kapita sebesar $ 12.376 atau lebih.

Berdasarkan data yang dihimpun CSSE Universitas Johns Hopkins per Jumat (10/4), total kasus corona global mencapai 1.602.216 kasus. 95.735 orang meninggal dunia dan 355.079 orang sembuh

Komentar

Tampilkan

Terkini