Iklan

Calon Tenaga Kerja Dilatih dan Diberi Insentif, yang Sudah Terlatih Malah Kena PHK

Saturday, April 18, 2020, April 18, 2020 WIB Last Updated 2020-06-18T06:29:51Z

GO1news.com | Pemerintah menggelontorkan dana Rp20 triliun untuk program Kartu Pra Kerja. Sebanyak 5,6 juta calon tenaga kerja akan menikmati dana tersebut. Setiap penerima Kartu Pra Kerja akan mendapatkan Rp3.550.000.

Dana tersebut digunakan untuk biaya pelatihan sebesar Rp1.000.000, insentif pasca penuntasan pelatihan pertama sebesar Rp600.000 per bulan yang diberikan selama 4 bulan (Rp2.400.000).

Selanjutnya, insentif pasca pengisian survei evaluasi sebesar Rp50.000 per survei untuk 3 kali survei (Rp150.000).

Program kartu pra kerja ini akan menjadi andalan pemerintah untuk mengatasi badai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang timbul akibat pendemi Corona.

Wasekjen MUI Ustaz Tengku Zulkarnain mempertanyakan efektifitas program tersebut.

Menurut Tengku Zul, tenaga kerja yang sudah terlatih saja banyak yang kena PHK akibat pandemi Corona, tapi pemerintah justru melatih tenaga kerja.

“Utk apa keluar uang sejuta rupiah utk perorangnya? Untuk melatih calon tenaga kerja. Untuk apa mereka dilatih? Supaya bisa dan dapat kerja. Lha, yang sudah kerja dan terlatih saja sekarang di-PHK. Gimana?,” kata Tengku Zul di akun Twitternya, Sabtu (18/4/2020).

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mencatat lebih dari 1 juta pekerja dirumahkan dan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah pandemi virus corona.

Selain anggaran, materi pelatihan online bagi penerima Kartu Pra Kerja juga menjadi sorotan publik.

Materi pelatihan penerima Kartu Pra Kerja mirip dengan konten pembelajaran sejenis yang bisa ditonton secara gratis di YouTube.

Seperti diketahui, pemerintah menggandeng platform Skill Academy untuk melatih penerima kartu kerja. Platform ini berafiliasi dengan Ruangguru yang dipimpin Adamas Belva Syah Devara, staf khusus Presiden Jokowi.

Salah satu materi pelatihan yang ditawarkan adalah bedah CV untuk melamar kerja. Tarifnya Rp 200 ribu. Mereka juga menyiapkan paket ojek online dengan materi menguasai teknik pelayanan terbaik.

Untuk paket itu, tarifnya juga Rp 200 ribu. Paket pelatihan online bertarif Rp 1 juta, antara lain, disiapkan oleh platform Sekolahmu. Misalnya, pelatihan teknik fotografi menggunakan HP untuk berjualan online.

Mantan Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan, program kartu prakerja disusun atau dirancang sebelum krisis Covid-19. Program itu juga direncanakan untuk diterapkan dalam keadaan normal atau tidak ada wabah seperti saat ini.

“Makanya, yang dibutuhkan pelatihan-pelatihan,” katanya, sebagaimana dilansir Jawapos.com.

Namun, saat ini kondisinya jauh berbeda. Indonesia sedang dilanda pandemi Covid-19. Dalam kondisi seperti saat ini, yang dibutuhkan masyarakat, khususnya para pencari kerja maupun korban PHK, adalah bantuan langsung.

“Karena itu, saya bukan menolak program kartu prakerja. Melainkan komposisinya,” kata Nuh.

Guru besar ITS Surabaya itu mengatakan, uang tunai Rp 600 ribu yang dikucurkan sebaiknya ditambah. Sedangkan alokasi Rp 1 juta untuk membeli paket pelatihan di platform digital mitra pemerintah dikurangi. (pjk)
Komentar

Tampilkan

Terkini

SELEBRITI

+