Iklan

Dampak Corona, Oppo Naikan Harga, Xiaomi dan Huawei Masih Bertahan

Wednesday, April 22, 2020, April 22, 2020 WIB Last Updated 2020-06-18T06:29:04Z

Jakarta,  Indonesia -- Oppo mengaku mesti menaikan harga jual ponsel akibat lemahnya nilai tukar rupiah selama pandemi virus corona SARS-Cov-2 (Covid-19). Sementara Xiaomi dan Huawei memilih untuk mempertahankan harga jual ponsel mereka meski rupiah melemah.

Pada Maret 2020 sempat menembus Rp16.038 per dolar AS. Padahal pada bulan lalu, nilai tukar rupiah masih ada di kisaran Rp14 ribu.
Oleh karena itu, Public Relations Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto memastikan pihaknya menaikan harga ponsel mereka yang dipasarkan di Indonesia.

"Pasti ada (kenaikan harga ponsel Oppo) karena tidak mungkin ya di saat situasi seperti ini, di mana kita mengetahui nilai rupiah tidak begitu baik," kata Public Relations Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto kepada awak media secara virtual, Selasa (21/4).

Kendati demikian, Aryo tak menyebutkan berapa kenaikan harga yang dipatok perusahaan untuk memasarkan produk mereka.
Sementara itu, representasi Huawei Technologies di Indonesia mengatakan perusahaan tidak menaikan harga lini ponsel mereka.

"Dengan nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika, Huawei tidak melakukan koreksi harga untuk produknya," kata Public Relations Manager Huawei Indonesia Mohamad Ilham Pratama saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (22/4).

"Untuk harga tidak ada perubahan dan kita menghadirkan juga produk-produk terbaru untuk tetap terkoneksi seperti P40 Pro. Pekan ini, Jumat ada Watch GT2e dan bulan depan PC dan tablet kita juga akan hadir," sambung Ilham.

Dihubungi terpisah, Xiaomi Indonesia pun mengatakan pihaknya tengah tengah berusaha agar harga ponsel yang mereka jual tidak berubah.

"Saat ini kami sedang melakukan evaluasi dan kami akan berusaha menjaga agar harga produk tidak berubah meski kami harus terbuka dengan berbagai kemungkinan di masa mendatang," kata Head of Public Relations Xiaomi Indonesia, Stephanie Sicilia.
Sementara, Realme dan Samsung Indonesia belum berkomentar terkait hal ini.

Pabrik tetap beroperasi
Menyoal operasional pabrik, Oppo Indonesia memastikan bahwa pabrik ponsel mereka yang berada di Tangerang Selatan, Banten tetap beroperasi.

Sebab, saat ini kata Aryo banyak negara yang bergantung kepada pabrik Oppo di Indonesia karena operasional pabrik masih bisa berjalan.

"Mereka tidak sepenuhnya ditutup tetapi mereka menjalankan protokol Covid-19, pemeriksaan kesehatan, pergantian masker setiap empat jam sekali, kemudian jam kerja mereka dikurangi," tegasnya.
"Misal ditutup total ya agak susah," sambung Aryo.

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sendiri sudah diterapkan di Tangerang, jika pemerintah daerah setempat mengeluarkan aturan khusus soal operasional pabrik yang berada di wilayah mereka dalam rangka memutus mata rantai Covid-19, Oppo Indonesia bakal mengikuti aturan yang berlaku.

"Nanti ketika ada pemberitahuan lebih lanjut dari pemerintah setempat ya pasti kita akan ikuti apa yang dicanangkan," pungkas Aryo.

Senada dengan Oppo, produksi ponsel Huawei saat ini bergantung pada pabrik milik PT Sat Nusapersada Tbk yang berada di Batam, Kepulauan Riau. Ilham mengatakan operasional pabrik masih berjalan.

Meski begitu, jika ada himbauan dari pemerintah setempat terkait PSBB, pihaknya juga bakal manut aturan.

"Tetap jalan, karena kita mengikuti pabrik di Batam (PT Sat Nusapersada). Kita mengikuti aturan pabrik dan aturan dari pemerintah juga perihal PSBB ini," pungkas Ilham. CNN
Komentar

Tampilkan

Terkini

SELEBRITI

+