Iklan

Fakta di Balik Harga BBM Bisa Turun Jadi Rp5.000, tapi Kapan?

Saturday, April 18, 2020, April 18, 2020 WIB Last Updated 2020-06-18T06:29:45Z

GO1news.com | Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dinilai sudah waktunya turun. Karena indikator penghitungnnya sudah mengalami penurunan utamanya harga minyak mentah dunia.Bahkan menurut, Mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini, penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah sangat mendesak. 

Sebab, di tengah pandemi virus corona, masyarakat membutuhkan stimulus, salah satunya harga BBM.Okezone pun merangkum fakta-fakta terkait harga BBM dan perhitungan harga seharusnya, Minggu (19/4/2020):

1. Pemerintah Abaikan Kepercayaan Konsumen

Mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini mengatakan, penyesuaian harga BBM naik ataupun turun harus mengikuti kesepakatan awal yang telah berjalan yaitu setiap periode dua minggu sekali, sehingga tidak menghilangkan kepercayaan konsumen dalam hal ini masyarakat pada pemerintah, yang selama ini dilakaukan pada tanggal 1 atau 15.

“Apalagi sekarang sudah harusnya turun sejak sebulan lalu, sehingga kewajiban menurunkan harga BBM sudah sangat mendesak,” ujarnya.

2. Parameter Hitungan Harga BBM

Parameter pembentuk harga BBM menunjukan bahwa harga sudah bisa dilakukan. Bila menggunakan paramater baru yang sedang terjadi, yaitu USD senilai Rp16.000 dan harga minyak USD35 per barrel, maka harga minyak mentah setara Rp3.500, ditambah biaya pengolahan, transportasi, dan PPn maka bisa menjadi Rp4.500,"

Bila ditambah keuntungan Pertamina 10% maka akan menjadi seharga Rp5.000,” tutur Mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini.

3. Harga BBM Mestinya Hanya Rp5.500 per Liter

Untuk menjaga kelangsungan tugas Pertamina dalam menjalankan sprogram BBM Satu Harga sampai ke pelosok ditambah menutupi penurunan pendapatan di sisi hulu. Maka masih pantas ditambah lagi dengan nilai Rp500 sampai 1.000 per liter BBM.

Artinya harga yang dijual ke masyarakat Rp5.500 sampai Rp6.000 adalah harga yang sudah memasukan segala mancam aspek sehingga Pertamina mendapat perlindungan dan masyarakat juga membeli dengan harga yang wajar dan masih terjangkau<” ujarnya.

Sebagai perbandingan, saat ini di negara tetangga Malaysia harga Ron 95 (Pertamax) adalah 1,25 Ringgit atau setara dengan Rp4.500 per liter. Jadi wajar kalau di Indonesia dijual dengan harga Rp5.500. 

4. Serikat Pekerja Minta Harga BBM Turun

Pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) meminta harga Bahan Bakar Minyak (BBM) diturunkan mengikuti harga minyak dunia. Seperti minyak West Texas Intermediate (WTF) turun ke level USD24 per barel dan Brent Crude sebesar USD31 per barel.

"Idealnya penurunan harga minyak dunia ini juga sejalan dengan penurunan harga BBM di dalam negeri," ujar Ketua DPP Serikat Pekerja KSPN Ichsan.

5. Pertamina Tambah Storage

PT Pertamina (Persero) menyiapkan strategi khusus menyikapi turunnya harga minyak mentah dunia di bawah USD20 per barel. Perseroan pun akan mengoptimalkan storage yang ada untuk menambah stok minyak.

Direktur Utama Pertamina Nicke widyawati menjelaskan, strategi Pertamina mengambil kesempatan momentum harga minyak turun dengan mencoba optimalkan seluruh storage yang ada untuk menambah stok yang kita beli dari luar.

"Ketika harga minyak brent USD24, kami melakukan pembelian tambahan 10 juta barel, sebagian kita dan dalam minggu ini," tuturnya.

6. Konsumsi BBM Turun

Sejak Maret 2020, permintaan gasoline terus mengalami penurunan rata-rata 17%, gasoil turun rata-rata 8% dan avtur turun 45%. Sejalan dengan penerapan PSBB, permintaan BBM di kota-kota besar pun tercatat mengalami penurunan di atas 50%, tertinggi adalah Jakarta dan Bandung yang turun hampir 60%.

Secara nasional penurunan permintaan BBM mencapai 35% dibandingkan dengan rerata Januari- Februari 2020. Selain penurunan di BBM retail, penurunan permintaan juga terjadi untuk konsumen industri mengingat banyak industri yang berhenti beroperasi. (okz)
Komentar

Tampilkan

Terkini

SELEBRITI

+