Iklan

Gencar-Gencarnya PHK, Inilah Sektor Pekerjaan Aman PHK Akibat Convid-19

Saturday, April 11, 2020, April 11, 2020 WIB Last Updated 2020-06-18T06:31:24Z


Jakarta, GO1news - Awan mendung dari badai virus korona amat terasa bagi sektor industri otomotif. Penjualan diprediksi anjlok, hingga membuat pabrik-pabrik menghentikan produksi sementara.

Namun Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto memastikan bahwa industri otomotif masih menjadi salah satu yang tergolong aman bagi pekerja.

"Kami belum dapat laporan dari anggota manapun bahwa ada PHK bahwa ada penghentian produksi, ini alasannya macam-macam, bisa stok yang cukup jadi distop dulu. Toh penjualan ngedrop dari minggu ketiga Maret ini," sebutnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (9/4).

Ia juga berkomitmen bahwa langkah PHK adalah sesuatu yang dihindari. Atau menjadi yang paling akhir dari beragam opsi. "PHK karyawan sama sekali nggak diinginkan, kalau bisa bertahan walau kerja dengan shift. Tidak apa-apa bergilir. Kalau bisa jangan sampai ada PHK," sebutnya.

Kekhawatiran tersebut sangatlah wajar, industri otomotif diprediksi bakal mengalami keterpurukan hingga beberapa bulan ke depan. 

Skenario terburuk, penjualan mobil selama empat bulan ke depan hanya berada di di angka 100 ribu unit. Itu pun jika tercapai, padahal biasanya Gaikindo mencatatkan penjualan mobil sebanyak 80 ribu unit per bulan.

"Prediksi penjualan 2020 tadinya asumsi di 1,1 juta unit. Namun prediksi kini akan mencapai 600 ribu aja. Itu sepanjang 2020," kata Jongkie.

Berdasarkan data Kemenaker per 7 April 2020, dampak pandemi Covid-19, untuk sektor formal yang dirumahkan dan di-PHK sebanyak 39.977 perusahaan. 

Jumlah pekerja/buruh/tenaga kerja yang terdampak sebanyak 1.010.579 orang.

Rinciannya yakni pekerja formal dirumahkan sebanyak 873.090 pekerja/buruh dari 17.224 perusahaan dan di-PHK sebanyak 137.489 pekerja/buruh dari 22.753 perusahaan.

Sementara jumlah perusahaan dan tenaga kerja terdampak di sektor informal sebanyak 34.453 perusahaan dan jumlah pekerjanya sebanyak 189.452 orang.

"Total jumlah perusahaan yang merumahkan pekerja dan PHK sebanyak 74.430 perusahaan dengan jumlah pekerja/buruh/tenaga kerja sebanyak 1.200.031 orang," kata Menaker Ida Fauziyah dalam keterangan resminya, Rabu (8/4). CNBC
Komentar

Tampilkan

Terkini