Iklan

Hati-Hati Modus Baru Penipuan Menggunakan Akun WhatsApp

Wednesday, April 29, 2020, April 29, 2020 WIB Last Updated 2020-06-18T06:27:41Z


Jakarta, Indonesia - Hingga kini, masih banyak laporan penipuan yang menggunakan akun WhatsApp. Taktik serupa sebelumnya juga pernah dilakukan pada platform media sosial seperti Facebook dan Instagram
Baru-baru ini, di Singapura, seperti dilansir dari The Straits Times, ada total 18 laporan dimana penipu mengambil alih akun WhatsApp dan menghubungi teman-teman korban untuk meminta gambar kartu kredit atau debit mereka.

Dalam penipuan semacam itu, seorang korban menerima pesan WhatsApp yang diduga dari seorang teman, meminta korban untuk mengirim lebih dari enam digit kode verifikasi. Namun jangan terkecoh dahulu, sebab pesan seperti itu biasanya dikirim oleh penipu yang ingin mengambil alih akun WhatsApp korban.

Jika korban memberikan enam digit kode verifikasi, nantinya korban akan kehilangan akses ke akun WhatsApp yang ditautkan ke nomor ponselnya. Aplikasi WhatsApp memang memerlukan kode ini ketika seseorang mendaftarkan nomor telepon untuk ponsel atau perangkat baru.

Dengan menggunakan akun WhatsApp korban, penipu akan menyamar sebagai korban pertama dan mengirim pesan kepada kontaknya, meminta nomor kontak dan gambar kartu kredit atau debit.

Permintaan ini penipu lakukan dengan dalih membantu mereka mendaftar dan mengklaim hadiah untuk undian palsu yang seharusnya dilakukan secara online, seperti dari marketplace Lazada, Shopee atau Qoo10.

Para korban berikutnya ini kemudian diminta untuk memberikan kata sandi satu kali (OTP), yang nantinya akan mengesahkan transaksi pada kartu-kartu itu. Taktik serupa sebelumnya telah dilaporkan di platform media sosial seperti Facebook dan Instagram.

Polisi telah mengingatkan orang-orang untuk tidak pernah memberikan informasi pribadi kepada siapa pun seperti rincian rekening bank atau kartu, atau OTP. Mereka juga tidak boleh membagikan kode verifikasi akun WhatsApp mereka, atau akun mereka dapat disusupi.

Tidak lupa juga untuk mewaspadai permintaan yang tidak biasa dari orang asing atau bahkan kontak media sosial. Masyarakat juga dihimbau untuk memeriksa situs web resmi marketplace terlebih dahulu, guna memastikan bahwa penawaran undian yang dikutip dalam pesan itu memang resmi diadakan.CNBC

Komentar

Tampilkan

Terkini

SELEBRITI

+