Iklan

Ingin Tetap Fit Selama Ramadhan? Berikut Tips Makan dan Minum Saat Berpuasa

Saturday, April 25, 2020, April 25, 2020 WIB Last Updated 2020-06-18T06:28:27Z

GO1NEWS.COM | Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan awal Ramadhan pada Jumat (24/4/2020). 

Puasa di bulan Ramadhan wajib hukumnya, meski dalam kondisi pandemi virus corona. 

Lantas, bagaimana agar tubuh tetap fit di saat sederet aktivitas yang dikerjakan?

Berikut tips makan dan minum agar kuat menjalani puasa seharian penuh selama Ramadhan 2020.

Penjelasan Ahli Gizi


Dosen di Program Studi (Prodi) Gizi Kesehatan Universitas Gadjah Mada (UGM), Harry Freitag mengungkapkan, makanan dan minuman yang dianjurkan saat berpuasa dinilai sama dengan waktu biasa dalam keseharian.

Ia menjelaskan, masyarakat Indonesia memiliki budaya untuk mengonsumsi minuman manis saat berbuka puasa.

Menurutnya, hal tersebut tidaklah menjadi permasalahan asal mereka paham porsi gula harian yang dibutuhkan oleh tubuh dan tidak berlebih.

"Kuncinya adalah maksimal 4 sendok makan gula dalam sehari. Jadi, kalau sudah minum teh manis, jangan disambung sama makan atau minum manis dalam waktu yang bersamaan," ujarnya saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (25/4/2020). 

Kurma


Saat disinggung terkait dengan buah kurma yang biasanya disajikan atau disantap untuk menu berbuka puasa dan menu sahur, menurutnya tidak ada masalah. Namun perlu diperhatikan kurma memiliki kadar gula tinggi.

"Memang disarankan dan baik, akan tetapi perlu diketahui bahwa kurma adalah buat manisan, yang juga tinggi gula," katanya lagi.

Harry menambahkan, masyarakat perlu memperhatikan jenis kurma, karena kurma memiliki sekitar setengah bagian yang merupakan gula.

"Jadi, pilih kurma yang tidak terlalu manis (biasanya mengkilat), dan maksimal 3-5 buah saja cukup untuk konsumsi per harinya," tambah dia.

Menurutnya, kurma cocok dikonsumsi saat berbuka puasa.

Hal ini dikarenakan, kurma mengandung serat, serat bagus untuk proses pencernaan dalam tubuh.

Takjil


Selain itu, masyarakat yang melaksanakan puasa juga diimbau untuk berhati-hati dengan takjil, terutama orang yang memiliki penyakit jantung dan diabetes, serta obesitas.

"Takjil seperti kolak itu ada santan dan gulanya tinggi. Santan banyak mengandung lemak jenuh yang buruk bagi metabolisme dan gula merah yang manis. Solusinya coba buat kolak menggunakan susu," kata dia.

Tetapi, apabila Anda ingin menambahkan pemanis atau gula, disarankan agar menggunakan pemanis rendah gula yang dijual di beberapa supermarket.

Sementara itu, langkah lain untuk menjaga tubuh agar tetap fit saat melaksanakan sejumlah kegiatan di bulan puasa ini, Harry menyarankan masyarakat mengikuti anjuran "Isi Piringku" yang dikeluarkan oleh Kemeterian Kesehatan (Kemenkes).

"Sayurnya sepertiga piring, Nasinya sepertiga piring, sisanya lauk dan buah," kata Harry lagi.

"Bagi yang mudah mengalami iritasi lambung dengan kopi atau teh bisa dihindari dulu," imbuh dia. (ss)
Komentar

Tampilkan

Terkini

SELEBRITI

+