Iklan

Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim Ditangkap KPK, Ini Kasusnya

Monday, April 27, 2020, April 27, 2020 WIB Last Updated 2020-06-18T06:27:59Z

GO1NEWS.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim, Aries HB (AHB).

Ia ditangkap bersama Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, Ramlan Suryadi (RS).

Keduanya merupakan tersangka baru dalam kasus suap yang menjerat Bupati Muara Enim non-aktif, Ahmad Yani.

Hal itu merupakan pengembangan perkara dugaan suap terkait proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Tahun 2019.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata menjelaskan, perkara ini bermula saat operasi tangkap tangan pada 3 September 2018 lalu.

Dalam OTT itu, menjaring Bupati Kabupaten Muara Enim 2018-2019, Ahmad Yani (AYN), Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan PPK di Dinas PUPR, Elfin Muhtar (EM) dan pihak swasta atau kontraktor, Robi Okta Fahlevi (ROF).

Dalam tangkap tangan itu, KPK mengamankan uang senilai 35 ribu dolar Amerika dan menetapkan 3 orang sebagai tersangka.

Demikian disampaikan Alexander Marwata saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan yang disiarkan melalui akun media sosial KPK, Senin (27/4) sore.

“Saat ini persidangan AYN dan EM masih berlangsung. Sedangkan ROF telah menjadi terpidana dan diputus oleh Majelis Hakim PN Tipikor Palembang dengan pidana selama 3 tahun dan denda sebesar Rp250 juta subsider 6 bulan kurungan,” ujarnya. 

Selanjutnya, kata Alex, KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji terkait dengan proyek tersebut.

Setelah menemukan bukti permulaan yang cukup dilanjutkan dengan gelar perkara.

“Bersamaan dengan dilakukannya penyidikan sejak tanggal 3 Maret 2020, KPK selanjutnya menetapkan dua orang tersangka yakni AHB selaku Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim dan RS selaku Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim,” jelas Alex.

KPK pun kata Alex juga telah mengirimkan tembusan informasi Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada tersangka pada 3 Maret 2020.

Lembaga antirasuah itu juga telah melakukan pemanggilan terhadap tersangka sebanyak dua kali.

Namun, panggilan tersebut tidak dipenuhi, yaitu pada 17 April 2020 dan 23 April 2020 kemarin.


“Untuk itu, setelah memastikan keberadaan para tersangka dan bekerjasama dengan Direktorat Reskrimsus Polda Sumsel, KPK melakukan penangkapan dua tersangka pada hari Minggu 26 Aril 2020 kemarin,” pungkas Alex. (pjk)
Komentar

Tampilkan

Terkini