Iklan

Menag Sebut Mudik saat Pandemi Corona Banyak Mudaratnya

Wednesday, April 22, 2020, April 22, 2020 WIB Last Updated 2020-06-18T06:29:08Z

GO1news.com | Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan pulang kampung atau mudik ketika masa pandemi corona virus disease (covid-19) ini lebih banyak mudaratnya dibanding manfaat. Pasalnya, hal tersebut bisa membuat persebaran virus corona lebih meluas jika masyarakat melakukan mobilitas.

"Potensi persebaran covid-19 harus kita antisipasi. Mudik bisa menjadi salah satu faktor, sehingga mudik saat pandemi dinilai lebih banyak mudaratnya. Sebab, mudik bisa menjadi sarana tersebarnya covid-19 ke kampung," kata Menag dalam keterangan yang diterima Okezone, Rabu (22/4/2020).

Ia menerangkan, jikalau sayang terhadap keluarga di rumah, orangtua dan sanak saudara di kampung halaman, lebih tahun ini tidak melakukan mudik. Silaturahmi, lanjut dia, bisa dijalin dengan cara lain, seperti melalui sambungan telepon.

Menag mengakui bahwa mudik merupakan bagian dari tradisi masyarakat Indonesia. Namun, kebijakan pemerintah yang memberlakukan larangan mudik harus dipatuhi demi kebaikan bersama di tengah pandemi covid-19.

"Memang masyarakat kita, termasuk saya dan keluarga, dalam kondisi normal kalau pertengahan Ramadan biasanya sudah bersiap pulang kampung. Enak rasanya puasa bersama keluarga di kampung, bersama saudara-saudara semua, apalagi menjelang Idul Fitri," ungkapnya.

"Tapi kita tahu bersama bahwa situasi sekarang tidak memungkinkan. Oleh sebab itu, pemerintah dalam hal ini Bapak Presiden mulai 24 April nanti melarang mudik, dan kami mendukung itu," sambungnya.Baca juga: Permenhub Larangan Mudik 2020 Segera Diterbitkan 

Ia pun berharap larangan mudik tidak mengganggu kekhidmatan bulan suci Ramadan 1441 Hijriah yang segera tiba. Sebaliknya, masyarakat bisa fokus menjalani ibadah di rumah."Mudah-mudahan ini tidak mengurangi kegairahan dan semangat ibadah bulan Ramadan. Mari semarakkan Ramadan dengan beribadah di rumah saja," ajak dia. (okz)
Komentar

Tampilkan

Terkini