Iklan

Mengerikan, dalam 24 Jam Terakhir 1.433 Orang Meninggal akibat Virus Corona di AS

Monday, April 20, 2020, April 20, 2020 WIB Last Updated 2020-06-18T06:29:22Z
Go1News.com – Jumlah pasien meninggal dunia akibat virus corona (Covid-19) di Amerika Serikat bertambah 1.433 jiwa dalam 24 jam terakhir. Dengan begitu, kematian akibat virus itu di AS kini mencapai 42.094 jiwa, menurut perhitungan Universitas Johns Hopkins.

New York City (Go1News/Ahmadi)

Amerika Serikat adalah negara dengan jumlah kematian terbanyak dalam pandemi Covid-19. Selain itu, negeri Paman Sam juga memiliki total kasus infeksi virus corona terbanyak di dunia yakni mencapai lebih dari 784.000 kasus yang dikonfirmasi sejak awal munculnya krisis kesehatan global.

New York adalah pusat dari wabah corona di AS, meskipun tampaknya negara bagian itu telah melewati puncak krisis. Gubernur New York, Andrew Cuomo, mengumumkan pada Senin (20/4/2020) waktu setempat bahwa 478 kematian akibat Covid-19 telah dicatat dalam 24 jam sebelumnya. Ini adalah jumlah terendah dalam lebih dari dua pekan terakhir.

AS sebelumnya kembali menunjuk hidung China atas wabah virus corona yang kini secara global sudah menelan lebih dari 170.000 korban jiwa secara global. Presiden AS Donald Trump menyatakan, China harus menghadapi konsekuensi besar jika negeri tirai bambu itu memang terbukti bertanggung jawab atas pandemi saat ini.

“Kalau itu memang kesalahan, ya itu kesalahan. Tapi kalau mereka secara sadar bertanggung jawab, ya menurut saya harus ada konsekuensi,” kata Trump kepada para wartawan pada konferensi pers harian di Gedung Putih, Washington DC, Sabtu (18/4/2020), seperti dikutip kembali dari Reuters.

Dia tidak memberikan keterangan secara perinci soal tindakan apa saja yang mungkin akan diambil Amerika Serikat terhadap China. Trump dan beberapa pembantu seniornya telah mengeluarkan kritik tajam terhadap China, menganggap negara itu tidak transparan mengungkapkan informasi sejak virus corona muncul di Kota Wuhan, akhir tahun lalu.

Pekan lalu, Trump juga telah menghentikan bantuan bagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dia cap terlalu berpihak kepada China. Washington dan Beijing, dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia, akhir-akhir ini secara terbuka menunjukkan perdebatan soal virus tersebut ke publik. (inews)
Komentar

Tampilkan

Terkini