Iklan

Menyedihkan! TKI Tiap Hari Makan Nasi Busuk karena Negara Majikan Lockdown

Tuesday, April 21, 2020, April 21, 2020 WIB Last Updated 2020-06-18T06:29:12Z

GO1news.com | Kisah pilu dialami tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Banten ketika bekerja di sejumlah negara di Timur Tengah yang terkena wabah Corona (Covid-19).

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SMBI) Banten, Maftuh Hafi Salim menyampaikan, imbas dari negara yang menerapkan kebijakan lockdown, para pekerja imigran ini terpaksa makan tiga kali dalam sepekan dengan nasi busuk.

Menurutnya, para buruh migran dikembalikan oleh para majikan ke agensi penyalur tenaga kerja dengan kondisi memprihatinkan, tanpa yang dan tanpa makanan.

“Mereka bertahan dengan nasi sisa dan nasi yang sudah busuk. Tidak ada bahan makanan. Majikan mereka tidak bisa leluasa ke luar rumah karena kondisi di sana juga memberlakukan isolasi wilayah (lockdown),” kata dia kepada BantenNews.co.id--jaringan Suara.com, Senin (20/4/2020).

Selain makan nasi busuk, jika agensi mereka baik, buruh migran Banten mendapat satu roti dalam sepekan.

“Beberapa agensi hanya memberikan nasi sisa yang sudah tidak layak konsumsi,” katanya.

Sejauh ini, pihaknya menerima laporan 30 buruh migran asal Banten di Arab Saudi dalam kondisi yang terpuruk.

"Majikan mereka takut kalau terjadi penularan Covid-19. Majikan juga tidak bisa keluar, jadi menyerahkan ke agensi tadi,” kata dia.

Ia berharap pemerintah daerah dapat juga memperhatikan nasib buruh migran yang kini terkatung-katung di luar negeri bahkan dalam kondisi sakit.

Di sisi lain, pihaknya sudah dilayangkan surat kepada Kementerian Tenaga Kerja Indonesia untuk memulangkan TKI Banten yang kini tertahan di agensi. “Mereka ini berangkat melalui jalur ilegal. Jadi tidak tercatat jumlah pastinya,” ujarnya.

Berbeda dengan nasib TKI di Arab Saudi, TKI Banten yang berada di Singapura maupun Malaysia relatif lebih baik. Selain masih bisa makan, pemerintah sudah melakukan pemulangan secara bertahap. (su)
Komentar

Tampilkan

Terkini

SELEBRITI

+