Iklan

Penolakan Pemakaman Perawat Covid-19 di Semarang, Ganjar: Sudah Kesekian Kali, Saya Mohon Maaf

Friday, April 10, 2020, April 10, 2020 WIB Last Updated 2020-06-18T06:31:33Z

GO1news.com | Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kaget saat mendengar informasi penolak jenazah perawat positif Covid-19 di Ungaran daerah Sewakul, Kabupaten Semarang, Kamis (9/4/2020).

"Saya mendapatkan laporan yang mengejutkan, peristiwa yang membuat tatu ati (sakit hati). Sekelompok warga Ungaran menolak pemakaman pasien Covid-19. Ini kejadian kesekian kali, dan saya mohon maaf," kata Ganjar dalam cuplikan video yang diunggah di akun instagram @ganjar_pranowo, Jumat (10/4/2020).

Ganjar tak ingin peristiwa penolakan pemakaman jenazah tersebut kembali terulang.

Dia mengatakan, perawat merupakan pahlawan kemanusian yang rela berkorban dan harus dihormati jasa perjuangannya.

Ganjar juga mengingatkan bahwa Majelis Ulama pun sudah berfatwa bahwa mengurus jenazah itu wajib hukumnya, sementara menolak jenazah itu dosa.

"Semestinya kita memberi hormat dan penghargaan kepada seluruh tenaga medis di manapun berada serta mendoakan agar mereka selalu diberikan kekuatan dan kesehatan," terangnya.

"Kepada perawat, dokter dan tenaga medis mewakili seluruh warga Jateng saya mengharap maaf dari Anda semua. Mari tetap berjuang bersama-sama melawan corona," kata Ganjar menambahkan.

Ganjar juga meminta kepada pihak yang mengurus jenazah pasien Covid-19 untuk berkomunikasi dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat.

"Kalau warga sudah paham, saya yakin semua akan menerima dan juga akan mencegah berkembangnya isu yang tidak benar atau hoaks yang seringkali ini memecah belah masyarakat," ujar dia. 

Sebelumnya diberitakan, seorang perawat berusia 38 tahun yang bekerja di RSUP Kariadi Semarang meninggal dunia.

Perawat tersebut sebelumnya dinyatakan positif Covid-19.

Pemakaman perawat itu sempat ditolak oleh warga Sewakul, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, hingga akhirnya dipindahkan.

Perawat itu sebelumya diketahui bertugas di Ruang Gayatri. Ruangan itu merupakan ruangan khusus merawat pasien lanjut usia di RSUP Kariadi.

Perawat tersebut kemudian mengalami sakit dan dinyatakan positif corona.

Sebelum meninggal dunia, perawat itu sempat menjalani perawatan isolasi di RSUP Kariadi, Semarang.  (ss)
Komentar

Tampilkan

Terkini

SELEBRITI

+