Iklan

Presiden Jokowi Sorot Masyarkat Dalam Status ODP dan PDP Covid-19 yang Tidak Disiplin

Monday, April 20, 2020, April 20, 2020 WIB Last Updated 2020-06-18T06:29:36Z
Go1News.com - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengaku mendapat beberapa arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Arahan itu ditekankan Presiden Jokowi kepada Doni Monardo saat melaporkan kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, pada hari ini.

Salah satu yang disorot Presiden Jokowi, kata Doni, terkait masyarakat berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) serta Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang tidak disiplin. Presiden Jokowi, sambung Doni, meminta agar ada langkah-langkah baik imbauan maupun peringatan terhadap mereka yang tidak disiplin.

Foto Presiden Jokowi 
"Bapak presiden menegaskan, kepada warga masyarakat yang telah ditetapkan statusnya ODP dan PDP yang tidak disiplin bisa dilakukan langkah-langkah imbauan, langkah-langkah peringatan baik oleh petugas kesehatan termasuk juga dibantu TNI dan Polri," kata Doni, Senin (20/4/2020).

 Tak hanya itu, dibeberkan Doni, saat ini pemerintah juga sedang fokua untuk melakukan pengujian sample dengan masif. Namun memang, ada beberapa kendala yakni terbatasnya alat pengujian sampel.

"Tapi kemarin kami telah dapat bantuan dari Kementerian BUMN bapak menteri langsung, dan Direktur Utama Garuda dan Dubes Korsel yang langsung merespons, sehingga kurang dari 24 jam reagen PCR dari Korea Selatan bisa di Tanah Air," ucapnya.

"Karena semua kesulitan itu bisa diatasi oleh kerjasama dari unsur lapangan yang diupayakan oleh Kedubes Korsel, dan bapak Dubes langsung mengutus staffnya untuk mengawal reagen tersebut ke Jakarta," imbuhnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto membeberkan adanya penambahan jumlah pasien positif yang terpapar corona virus disease atau Covid 19 di Indonesia per Minggu 19 April 2020. Kasus pasien positif bertambah 327 menjadi 6.575 orang.

Kabar baiknya, jumlah pasien yang sembuh juga kembali bertambah pada hari ini sebanyak 55, sehingga totalnya menjadi 686 orang. Sedangkan untuk pasien meninggal bertambah 47 menjadi 582 orang.

Jumlah penambahan kasus positif tersebut sekaligus menjadi indikator bahwa penularan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 masih masif terjadi di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah kembali menegaskan agar masyarakat dapat mematuhi anjuran protokol kesehatan demi memutus rantai penyebaran Covid-19.

Adapun, data yang tercatat dan diambil dari hasil uji spesimen sebanyak 47.478. Data itu diperoleh menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 35 laboratorium. Sebanyak 42.219 kasus spesimen yang diperiksa didapatkan data 6.575 positif dan 35.644 negatif.

 Kemudian, untuk jumlah ODP terdapat penambahan sebanyak 2.539 hingga total menjadi 178.883 dan PDP bertambah 2.667 dengan total menjadi 15.646 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 250 kabupaten/kota di Tanah Air.

Selanjutnya, Gugus Tugas merincikan data positif Covid-19 di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh tujuh kasus, Bali 135 kasus, Banten 324 kasus, Bangka Belitung tujuh kasus, Bengkulu empat kasus, Yogyakarta 67 kasus, DKI Jakarta 3.032 kasus.

Kemudian, di Jambi delapan kasus, Jawa Barat 696 kasus, Jawa Tengah 349 kasus, Jawa Timur 590 kasus, Kalimantan Barat 21 kasus, Kalimantan Timur 59 kasus, Kalimantan Tengah 46 kasus, Kalimantan Selatan 96 kasus, dan Kalimantan Utara 69 kasus.

Selanjutnya, di Kepulauan Riau 79 kasus, Nusa Tenggara Barat 61 kasus, Sumatera Selatan 89 kasus, Sumatera Barat 72 kasus, Sulawesi Utara 20 kasus, Sumatera Utara 81 kasus, dan Sulawesi Tenggara 37 kasus.

Adapun di Sulawesi Selatan 370 kasus, Sulawesi Tengah 27 kasus, Lampung 26 kasus, Riau 30 kasus, Maluku Utara empat kasus, Maluku 17 kasus, Papua Barat tujuh kasus, Papua 107 kasus, Sulawesi Barat tujuh kasus, Nusa Tenggara Timur satu kasus, Gorontalo empat kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 26 kasus. (okezone.com)
Komentar

Tampilkan

Terkini

SELEBRITI

+
close