Iklan

PSBB Diterapkan, Minimarket Menjadi Tempat Sasaran Kejahatan

Wednesday, April 22, 2020, April 22, 2020 WIB Last Updated 2020-06-18T06:29:03Z

Jakarta,  Indonesia - Polisi mengaku pusat ritel seperti minimarket menjadi sasaran kejahatan di tengah penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jabodetabek yang bersamaan saat jelang Puasa. Pelaku usaha ritel tak menampik soal ini, untuk itu mereka meminta perlindungan dari aparat keamanan.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Fernando Repi mengakui ada tren kejahatan menjelang bulan Ramadhan di toko ritel. Ia bilang modusnya macam-macam, ada konsumen yang nekat 'belanja' tanpa bayar atau mencuri hingga aksi perampokan.

"Sebenarnya hampir sama dengan tahun-tahun kemarin. Mendekati hari raya ada peristiwa seperti ini. Kita perlu segera antisipasi," kata Fernando kepada CNBC Indonesia, Rabu (22/4).

Antisipasi yang dimaksud adalah meminta anggota yang berada di bawah naungannya untuk terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian. 

Dikhawatirkan, yang terkena imbas bukan hanya pengusaha akibat merugi, namun juga terpenting adalah keselamatan karyawan yang bertugas.

"Kami imbau anggota asosiasi meminta anggota kita semua, baik konsep minimarket, supermarket apapun itu yang melayani masyarakat, kita minta koordinasi dengan Kepolisian," sebut Fernando.

Kegiatan ritel yang menjadi target perampokan juga diakui oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus. Ia mengatakan minimarket menjadi target perampokan saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta.

"Beberapa minimarket juga yang dijadikan sasaran karena sekarang rumah kan sudah agak jarang. Pergeseran-pergeseran itu ada," kata Yusri kepada cnnindonesia, Senin (20/4/2020). CNBC

Komentar

Tampilkan

Terkini

SELEBRITI

+
close