Iklan

Singapura Berhenti Menggunakan Aplikasi Konferensi Video, Zoom, Apa Alasannya?

Saturday, April 11, 2020, April 11, 2020 WIB Last Updated 2020-06-18T06:31:17Z

Singapura, GO1news - Para guru di Singapura berhenti menggunakan aplikasi konferensi video, Zoom. Langkah itu dilakukan setelah ada insiden yang tidak senonoh dalam sebuah kelas virtual.

Seperti dilaporkan AFP, Minggu (12/4/2020), Singapura mulai menutup sekolah pekan ini sebagai upaya menekan penyebaran virus corona baru penyebab Covid-19. Untuk itu, siswa diminta belajar dari rumah.

Saat pelajaran geografi yang melibatkan pelajar perempuan via Zoom, dilaporkan dua pria menyusup ke dalam kelas virtual, menunjukkan gambar tidak senonoh. Mereka juga mengeluarkan komentar yang tak pantas. Demikian laporan Straits Times yang dikutip AFP.

Kementerian Pendidikan Singapura sedang menyelidiki insiden yang dinilai sangat serius itu. Para guru pun telah menghentikan penggunaan Zoom.

"Kami sudah bekerja sama dengan Zoom untuk meningkatkan pengaturan keamanan dan membuat langkah-langkah keamanan ini jelas dan mudah diikuti." ujar pejabat Kementerian Pendidikan Singapura Aaron Loh. "Pembelajaran berbasis rumah akan terus berlanjut meskipun ada masalah ini," lanjutnya.

Dalam sebuah pernyataan, Zoom mengutuk perilaku tidak senonoh itu. Zoom memastikan berkomitmen untuk menyediakan sumber daya yang dibutuhkan para guru dalam platform yang aman dan terjamin.

Zoom merupakan aplikasi konferensi video yang teramat populer di dunia beberapa waktu belakangan. Kendati begitu, ada sejumlah keluhan perihal isu keamanan. Terkait hal itu, Zoom lantas melakukan pembaruan untuk fitur-fiturnya, termasuk menambahkan ikon 'security' demi memberikan kenyamanan dan keamanan kepada para pengguna. CNBC
Komentar

Tampilkan

Terkini

SELEBRITI

+