Iklan

Spanyol Memutuskan Untuk Memperpanjang Masa Lockdown Hingga 9 Mei

Saturday, April 18, 2020, April 18, 2020 WIB Last Updated 2020-06-18T06:29:46Z

Jakarta,  -- Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez memutuskan untuk memperpanjang masa lockdown hingga 9 Mei mendatang guna menekan penyebaran virus corona Covid-19 yang melanda negara tersebut.
Namun ia mengatakan pembatasan pergerakan warga akan sedikit dilonggarkan untuk memungkinkan anak-anak bisa rehat keluar rumah per 27 April.

Spanyol merupakan salah satu negara yang terdampak parah dari pandemi virus corona Covid-19.  Negara tersebut sudah memutuskan untuk lockdown sejak 14 Maret.

Menurut data per Sabtu (18/4), Spanyol sudah mencatat ada 194 ribu lebih kasus positif Covid-19 dengan kematian lebih dari 20.600 dan 74 ribu lebih telah pulih.

"Kami telah melakukan hal tersulit melalui tanggung jawab dan disiplin sosial. Kami beranjak dari momen ekstrem tersebut," lanjutnya.

Dia juga bersikeras bahwa masyarakat Spanyol tidak boleh mempertaruhkan kondisi rentan saat ini dengan keputusan yang sembrono.

"Akhir dari pembatasan ini akan menjadi hasil yang bijaksana dan progresif," katanya.

Kroasia Lockdown hingga 4 Mei
Bukan hanya Spanyol yang memperpanjang masa lockdown. Kroasia juga mengumumkan memperpanjang masa isolasi tersebut hingga 4 Mei.
Bukan hanya itu, pejabat setempat juga memperingatkan warga bahwa ancaman bahaya pandemi corona belum berakhir.

Kroasia sebelumnya telah memutuskan lockdown pada 19 Maret lalu selama 30 hari. Selama masa itu, seluruh pertemuan publik dilarang dan semua toko kecuali toko bahan pangan, obat, dan bahan bakar, telah ditutup.

Sekolah dan taman anak-anak juga ikut ditutup. Selain itu masyarakat hanya diizinkan meninggalkan kota atau wilayah pemukiman mereka dengan izin khusus.

Lembaga Keamanan Publik Kroasia menyatakan dalam pernyataan bahwa langkah-langkah isolasi akan tetap berlaku hingga 4 Mei mendatang.

Kroasia yang berpenduduk 4,2 juta melaporkan kasus positif Covid-19 pertama mereka pada akhir Februari. Namun kini angka tersebut telah melambung menjadi 1.832 kasus dengan 36 kematian.

"Kami memiliki angka yang menguntungkan, situasinya membaik," kata Menteri Kesehatan Kroasia, Krunoslav Capak kepada wartawan pada Sabtu (18/4).
Namun ia mengingatkan bahwa "bahaya belum berakhir."

Komentar

Tampilkan

Terkini

SELEBRITI

+