Iklan

Taliban Tolak Damai Saat Ramadhan, Sebut Itu "Tidak Rasional"

Friday, April 24, 2020, April 24, 2020 WIB Last Updated 2020-06-18T06:28:36Z

GO1news.com | Taliban menolak seruan pemerintah Afghanistan untuk gencatan senjata saat Ramadhan di Afghanistan.

Kelompok pemberontak itu beralasan gencatan senjata "tidak rasional" ketika mereka tengah meningatkan serangan terhadap pasukan pemerintah.

Dilansir dari AFP Jumat (24/4/2020) Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengimbau para gerilyawan untuk meletakkan senjata mereka selama Ramadhan, seiring dengan negara itu yang sedang berjuang menangani Covid-19.

Namun juru bicara Taliban Suhail Shaheen dalam tweet-nya Kamis malam (23/4/2020) mengecam tawaran pemerintah.

Ia mengutip kesepakatan yang sedang berlangsung tentang proses perdamaian potensial dan pertukaran tahanan yang tertunda sebagai alasan untuk terus berjuang.

"Meminta gencatan senjata tidak rasional dan meyakinkan," tulis Shaheen ketika ia menuduh pemerintah membahayakan nyawa para tahanan selama wabah.

Di bawah perjanjian damai AS-Taliban yang ditandatangani awal tahun ini, pemerintah Afghanistan dan para pemberontak sekarang seharusnya sudah menyelesaikan pertukaran tahanan, dan memulai pembicaraan untuk gencatan senjata secara komprehensif.

Pertikaian baru antara Taliban dengan Afghanistan terjadi setelah puluhan personil pasukan keamanan Afghanistan tewas dalam gelombang serangan baru yang diluncurkan pemberontak awal pekan ini.

Serangan sebagian besar terbatas di daerah pedesaan dan kota kecil. Dalam perjanjian damai AS-Taliban, para pemberontak sepakat tidak menyerang kota-kota.

Pasukan AS dan asing lainnya telah berjanji untuk meninggalkan Afghanistan pada Juli 2021 asalkan Taliban tetap berpegang pada beberapa jaminan keamanan dan mengadakan pembicaraan dengan pemerintah.

Ghani telah menyerukan gencatan senjata abadi dengan Taliban selama bertahun-tahun, tapi kelompok pemberontak itu terus mengabaikannya bahkan semakin berani.

Sebaliknya, Taliban mencemooh pemerintahan Ghani menyebut mereka sebagai "boneka" yang dikendalikan oleh kekuatan asing.

Taliban juga menolak terlibat dalam pembicaraan damai saat mereka mengintensifkan serangan terhadap pasukan Afghanistan. (ss)
Komentar

Tampilkan

Terkini

SELEBRITI

+