Iklan

Wasit Asal Uruguay Masih Kesal: Maradona Itu Orang Terburuk dalam Hidup Saya!

Sunday, April 26, 2020, April 26, 2020 WIB Last Updated 2020-06-18T06:28:15Z

GO1NEWS.COM, JAKARTA – Partai final Piala Dunia 1990 Italia, antara Jerman Barat melawan Argentina adalah salah satu momen yang paling diingat pecinta bola. Banyak insiden kontroversi terjadi sepanjang laga dan mungkin gambar paling sering anda lihat saat ini adalah Diego Maradona menangis kala itu.

Pertandingan yang dipimpin wasit asal Uruguay, Edgardo Codesal itu diwarnai dua kartu merah untuk Pedro Monzon dan Gustavo Dezotti. Bermain dengan 9 pemain derita Argentina semakin ‘lengkap’ ketika pada menit 85 Codesal memberikan penalti kepada Jerman Barat.

Argentina pun kalah 0-1 dan Maradona dan publik Argentina harus menangis karena kegagalan mereka mempertahankan gelar yang diraih empat tahun sebelumnya.

Atas rentetan kejadian di final itu, Codesal menjadi sosok paling dibenci publik Argentina.

Tapi bagi Codesal sendiri, bintang Argentina, Diego Maradona adalah orang terburuk yang pernah ia kenal.

Sebenarnya, Maradona beruntung bisa bermain di laga tersebut karena menurut Codesal perilaku bintang Tango sebelum kick-off hampir saja membuat dirinya mengeluarkan kartu merah.

“Saya bisa mengusiranya sebelum pertandingan dimulai karena dia mengumpat sebanyak-banyaknya selama lagu kebangsaan,” kata Codesal kepada jaringan Uruguay, Tirando Paredes ketika ditanya tentang Maradona.

“Kemudian ketika saya memutuskan memberikan kartu merah kepada Monzon, Maradona mendekati saya dan mengklaim saya adalah seorang pencuri.”

“Saya melihat Maradona melakukan beberapa hal luar biasa di lapangan dan juga melihat lututnya bengkak karena tekel agresif,” kata Codesal dikutip dari Goal Internasional.

 “Sebagai pemain dia adalah yang terbaik tetapi sebagai pribadi dia adalah orang yang tidak menyenangkan dan salah satu yang terburuk yang saya ketahui dalam hidup saya.”

Jerman Barat memenangkan final setelah diberikan penalti kontroversial pada menit ke-85 dengan Maradona mengklaim Codesal tidak ingin Argentina memenangkan pertandingan.

“Para pemain kami berlari kencang, tetapi kemudian datang pria yang menghancurkan segalanya untuk kami,” kata Maradona tentang Edgardo Codesal pada saat itu.

“Pria ini takut kita akan mendapatkan hukuman. Dia ingin membuat orang Italia bahagia. Tangan hitam pria ini mengusir Monzon untuk tindakan normal, dan kemudian dia menjatuhkan penalti kepada kami dari imajinasinya.”


“Saya sudah lama menangis. Sepak bola adalah hidup saya dan saya tidak menangis karena kami mendapat tempat kedua, tetapi karena cara kami kalah. Pria ini tidak berhak memberikan hukuman itu,” ketus Maradona. (PJK)
Komentar

Tampilkan

Terkini

SELEBRITI

+
close