Pinjaman Online: Resiko, Kerugian, Dan Dampak Buruk Pinjaman Uang Online

Resiko, Kerugian, Dan Dampak Buruk Pinjaman Online

Info, Resiko Pinjaman Online - Setiap orang menginginkan kemudahan dalam hidupnya, menurut segi atau aspek apapun. Dari yg awalnya dulu kita harus ke pangkalan ojek buat naik ojek, sekarang tinggal pesen make pelaksanaan, ojek pun datang. Begitu juga memakai memesan masakan, menggunakan smartphone dan jentikan jari ala Thanos, akan segera tersedia dalam hadapan mata.

Segala bentuk kemudahan terkadang menciptakan kita lalai, sebagai akibatnya kemudahan tersebut dijadikan sebagai jalan pintas buat mendapatkan sesuatu. Tidak semua kemudahan seperti itu, namun yang niscaya kemudahan-kemudahan tersebut mengganti pola biologi kita ketika ini.

Selain itu, kemudahan dalam era digital jua masih ada pada Marketplace atau toko online, yg terkadang menciptakan kita membeli barang padahal gak butuh-butuh banget, akan tetapi karena ada bonus atau cashback, akhirnya beli. Seringnya kita membeli melalui online tanpa terasa akan membebani keuangan kita, sebagai akibatnya tanpa kita sadari akan menguras uang dalam tabungan.

Ditambah lagi, sekarang sedang ramai menggunakan Pinjaman Online yg sangat gampang kita dapatkan, bahkan ada yang tanpa fakta umum sanggup cair hanya dalam beberapa mnt! Boom, ini mampu menjadi bom saat yang semakin memperburuk kondisi keuangan kita kedepannya.

Mengapa sanggup demikian? Lantaran Pinjaman Uang Online mempunyai Resiko yg mampu Merugikan dan Berdampak Buruk bagi peminjamnya.

Artikel ini membahas resiko pinjaman uang online yg perlu dipahami oleh para calon peminjam atau nasabah. Apa kekurangan pinjaman online yang usahakan diketahui, karena selama ini penekanan pemberitaan dalam media besar merupakan tentang keunggulan teknologi fintech. Jarang terdapat yang mengupas tentang resiko yang dihadapi waktu mengajukan kredit online.

Resiko Dan Kerugian Pinjaman Online

1. Bunga Pinjaman Uang Onlie Tinggi

Ini adalah fakta pertama yang nasabah harus ketahui sebelum mereka mengajukan pinjaman online, yakni tingginya bunga yang diberikan oleh pemodal. Alasan sederhana mengapa pemodal memberikan bunga yang tinggi adalah karena tingginya resiko nasabah online, akibata dari adanya kemudahan dan kecepatan persetujuan pinjaman.

Terkadang terdapat orang yang sedang benar-sahih memerlukan uang cepat atau BU (Butuh Uang), menjadi akibatnya daripada wajib meminjam di bank memakai syarat yang banyak

2. Plafond Pinjaman Kecil

Sifat pinjaman online yang cepat dan mudah berimbas pada jumlah plafond yang ditawarkan. Anda tidak bisa mengambil untuk pinjaman dalam jumlah besar, rata-rata pinjaman yang ditawarkan dibawah 5 juta.

Selain orang yang butuh uang cepat, target dari pemodal adalah orang kelas bawah yang pinjamannya tidak terlalu banyak, dan (maaf) biasanya tidak berfikir panjang, yang penting bisa dapet uang cepet.

3. Biaya Administrasi Tinggi

Dari dua poin di atas saja sudah bisa geleng-geleng, ditambah lagi Biaya Administrasi yang tinggi. Ketika anda meminjam uang sebesar 1 Juta, jangan berharap akan cair dengan angka yang sama. Paling yang cair hanya 800/900 ribu, selebihnya akan menjadi potongan yang bagi mereka dialokasikan untuk biaya Admin.

Belum lagi ketika anda telat membayar, bukan hanya akan mendapatkan bunga tinggi setiap bulannya, namun anda juga bisa terkena denda keterlambatan. Tau sendiri kan gimana para penagih utang? Serem!

4. Privasi Data di Aplikasi Pinjaman Online

Pinjaman online biasanya mengharuskan peminjammnya untuk mengunduh aplikasi untuk smartphone, fungsinya agar proses pengumpulan data lebih mudah, serta membuat 'mindset' peminjam berfikir jika ingin meminjam tinggal buka aplikasi saja, gampang.

Namun ada resiko yang harus ditanggung, yakni aplikasi pinjaman akan mengakses semua data kita di Smartphone, termasuk kontak atau nomor handphone siapapun yang ada di smartphone kita. Sehingga, ketika suatu saat kita akan menghindar dari tagihan pinjaman online ini, maka dari pihak pemodal akan menghubungi orang yang ada di kontak kita tadi, nah loh.

Sudah banyak kasus seperti ini terjadi, maka anda harus berhati-hati jika sudah menggunakan aplikasi pinjaman online.

5. Banyak Yang Belum Terdaftar OJK

Karena tidak semua terdaftar di OJK, maka resikonya akan semakin besar, bisa jadi malah perusahaan abal-abal. Padahal, setiap lembaga yang menawarkan pinjaman online wajib mendaftar dan mendapatkan lisensi dari OJK. Hal ini agar sejalan atau dapat dikontrol oleh pemerintah pada pelaksanannnya.

Dampak Buruk Pinjaman Online

Selain resiko tersebut di atas, pinjaman online juga memiliki dampak buruk yang bisa dirasakan oleh orang lain!. Berikut ini adalah salah satunya :

  • Penagihan dapat dilakukan dengan berbagai cara untuk mempermalukan peminjam seperti memaki, mengancam, memfitnah.
  • Penagihan dilakukan kepada seluruh nomor kontak yang ada di ponsel konsumen/peminjam (ke atasan kerja, mertua, teman SD, dan lain-lain).
  • Pengambilan data pribadi (kontak, sms, panggilan, kartu memori, dan lain-lain) di telepon seluler (ponsel) konsumen/peminjam.
  • Penagihan baik belum waktunya dan tanpa kenal waktu.
  • Nomor pengaduan pihak penyelenggara pinjaman online yang tidak selalu tersedia.
  • Tidak semua alamat kantor perusahaan penyelenggara pinjaman online jelas.
  • Aplikasi pinjaman online yang berganti nama tanpa pemberitahuan kepada konsumen/peminjam selama berhari-hari namun bunga pinjaman selama proses perubahan nama tersebut terus berjalan.
Permasalahan-permasalahan tersebut saya dapatkan dari situs berita Liputan6 yang merupakan temuan awal yang dilaporkan kepada LBH (Lembaga Badan Hukum) dan membawa dampak yang tidak ringan.

Akibat adanya penagihan ke nomor telepon yang ada di ponsel, terdapat peminjam yang di-PHK oleh perusahaan tempatnya bekerja, diceraikan oleh suami/istri mereka (karena menagih ke mertua), mengalami trauma (karena pengancaman, kata-kata kotor, dan pelecehan seksual).

Akibat bunga yang sangat tinggi misalnya, banyak peminjam yang tidak mampu membayar yang pada akhirnya frustasi, mereka kemudian berupaya menjual organ tubuh (ginjal) sampai pada upaya bunuh diri.

Kehadiran pinjaman online dapat menawarkan alternatif pembiayaan bagi masyarakat. Pengajuan kredit yang selama ini identik dengan lama dan rumit, sekarang menjadi cepat dan mudah.

Tetapi, calon nasabah wajib mengerti resiko pinjaman online. Niscaya dengan paham soal resiko tersebut, nasabah tidak akan menghadapi masalah dikemudian hari. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Pinjaman Online: Resiko, Kerugian, Dan Dampak Buruk Pinjaman Uang Online"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel